Masih Percaya Long Distance Relationship ? bagian kedua

Tags: , , , , , , , , , ,
Published on 22 June 2010

Mungkin Anda berpikir, sentuhan bisa digantikan dengan komunikasi yang intens, lagipula teknologi sekarang memungkinkan Anda dan kekasih Anda tetap saling dekat di jarak yang jauh. Skype, Yahoo Messenger, Facebook, Blackberry Messenger, dsb tetap menyatukan kita, begitulah Anda berujar. Ya, komukasi dalam perihal berhubungan adalah penting, akan tetapi kita sedang berbicara tentang hal yang jauh berbeda dengan sentuhan. Anda bisa berkomunikasi dengannya secara verbal lewat telepon genggam, BBM (Blackberry Messenger) setiap saat. Atau berkomunikasi secara visual dengan memanfaatkan teknologi webcam. Tapi sayangnya Anda tidak bisa bersentuhan dengannya melalui gadget-gadget semahal apapun. Lagipula Anda sedang tidak menjalin kasih dengan layar multimedia itu, bukan ? Melainkan dengan wanita yang harus Anda sentuh serta menyentuh Anda juga secara fisik.

Kedua, hal yang menyebabkan hubungan jarak jauh Anda penuh kecamuk seperti yang pernah saya alami adalah insecurity. Insecurity (perasaan tidak aman) adalah meliputi rasa takut kekasih Anda berselingkuh dengan pria lain, takut perasaan sayang yang selama ini ia lantunkan hanya sebatas ucap tanpa makna dan perasaan-perasaan takut lainnya yang menyebabkan Anda merasa selalu tidak aman. Berita buruknya adalah, entah mengapa semakin Anda merasa insecure dengan hubungan yang tengah Anda jalani, semua ketakutan-ketakutan itu malah benar-benar terjadi. Misalkan, Anda mengalami ketakutan berlebih dan berkelanjutan bahwa kekasih Anda berselingkuh menduakan Anda di kota yang jaraknya jauh itu, ternyata benar saja si dia tengah asyik menikmati hari-harinya dengan kekasih barunya itu. Terlepas dari kenyataan benar atau tidaknya kekasih Anda berselingkuh, yang menjadi keprihatinan saya adalah terkurasnya emosi saat Anda merasa insecure.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami, hal semcam itulah yang menjadi akar dari kandasnya LDR. Semua orang yang menjalani sebuah relationship adalah normal merasa insecure, namun ketika hal tersebut terpancar secara berlebihan adalah tidak baik. Pertanyaannya, seberapa jarangkah Anda bertengkar hebat saat menjalani Long Distance Relationship hanya karena rasa saling curiga diantara kalian berdua? Sobat, percayalah, hal itu sangat melelahkan. Energi Anda tidak dihabiskan hanya untuk sebuah hubungan jarak jauh saja. Anda harus menyimpan energi Anda untuk hal-hal yang lainnya seperti pekerjaan, dsb.

Saya tidak sedang menakuti atau ingin mencoba mempengaruhi Anda yang tengah menjalani LDR. Jika Anda masih percaya dengan hubungan jarak jauh yang saat ini tengah Anda jalani, lalu kemudian hari ternyata hubungan tersebut berhasil Anda kemudikan ke arah yang Anda inginkan, maka saya ucapkan selamat!

Bagi saya, hubungan jarak dekat terasa lebih menyenangkan daripada hubungan jarak jauh. Saya bisa merangkulnya setiap hari, mengecup keningnya setelah menghantarnya pulang, setiap malam. Minimnya rasa insecure terhadap hubungan karena jarak yang tidak jauh. Sangat menyenangkan, sobat! Bagaimana dengan Anda ?

Semua pilihan ada di tangan Anda. Apapun itu, selamat menjalani hubungan yang menyenangkan!

Near is better than far,

Lafa Green

Reply

Comment guidelines, edit this message in your Wordpress admin panel